Arsip untuk Juni, 2007
Pendidikan di Indonesia adalah memanusiakan manusia, benarkah ?
Pada dasarnya seorang pendidik adalah seorang fasilitator. Fasilitator baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik, maupun konatif. Seorang pendidik hendaknya mampu membangun suasana belajar yang kondusif untuk belajar-mandiri (self-directed learning). Ia juga hendaknya mampu menjadikan proses pembelajaran sebagai kegiatan eksplorasi diri. Galileo menegaskan bahwa sebenarnya kita tidak dapat mengajarkan apapun, kita hanya dapat membantu peserta didik untuk menemukan dirinya dan mengaktualisasikan dirinya. Setiap pribadi manusia memiliki “self-hidden potential excellece” (mutiara talenta yang tersembunyi di dalam diri), tugas pendidikan yang sejati adalah membantu peserta didik untuk menemukan dan mengembangkannya seoptimal mungkin.
Seorang pendidik yang efektif, tidak hanya efektif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas saja (transfer of knowledge), tetapi lebih-lebih dalam relasi pribadinya dan “modeling”nya (transfer of attitude and values), baik kepada peserta didik maupun kepada seluruh anggota komunitas sekolah. Pendidikan yang humanis menekankan bahwa pendidikan pertama-tama dan yang utama adalah bagaimana menjalin komunikasi dan relasi personal antara pribadi-pribadi dan antar pribadi dan kelompok di dalam komunitas sekolah. Relasi ini berkembang dengan pesat dan menghasilkan buah-buah pendidikan jika dilandasi oleh cintakasih antar mereka. Pribadi-pribadi hanya berkembang secara optimal dan relatif tanpa hambatan jika berada dalam suasana yang penuh cinta (unconditional love), hati yang penuh pengertian (understanding heart) serta relasi pribadi yang efektif (personal relationship). Dalam mendidik seseorang kita hendaknya mampu menerima diri sebagaimana adanya dan kemudian mengungkapkannya secara jujur (modeling). Mendidik tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan, melatih keterampilan verbal kepada para peserta didik, namun merupakan bantuan agar peserta didik dapat menumbuhkembangkan dirinya secara optimal.
Pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini, sebagian besar manusia dipengaruhi perilakunya oleh pesatnya perkembangan dan kecanggihan teknologi (teknologi informasi). Banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih, sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya, seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain, perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat, pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya, dan lain-lain. Seringkali teknologi yang dibuat manusia untuk membantu manusia tidak lagi dikuasai oleh manusia tetapi sebaliknya manusia yang terkuasai oleh kemajuan teknologi. Manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya). Dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bawa keberadaan seorang pribadi, jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang (menurut Ki Hajar Dewantara menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif). Singkatnya, “educate the head, the heart, and the hand !”
Manusia adalah makhluk multidimensional yang dapat ditelaah dari berbagai sudut pandang. Eduart Spranger (1950), melihat manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani. Yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah aspek kerohaniannya. Manusia akan menjadi sungguh-sungguh manusia kalau ia mengembangkan nilai-nilai rohani (nilai-nilai budaya), yang meliputi: nilai pengetahuan, keagamaan, kesenian, ekonomi, kemasyarakatan dan politik.
erlu diusahakan pembaharuan yang menyeluruh dalam institusi pendidikan. Pertama adalah usaha restrukturisasi yaitu proses pelembagaan keyakinan, nilai dan norma baru tentang fungsi dasar, proses dan struktur suatu lembaga untuk menjamin kepastian, keadilan, dan pemanfaatan usaha pendidikan itu sendiri. Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah sangat mendukung usaha restrukturisasi ini, asal dilaksanakan dengan baik dan tepat. Desentralisasi pendidikan merupakan salah satu bentuk dari restrukturisasi. Kedua adalah rekulturisasi: yaitu proses pembudayaan perilaku seseorang atau kelompok atas keyakinan, nilai dan norma baru yang diharapkan. Pembudayaan nilai kreativitas, otonomi/kemandirian, dan relevansi pendidikan merupakan kunci rekulturasi.
Otonomi pendidikan sebenarnya selalu hadir disaat orang tua menyerahkan pendidikan anaknya kepada sekolah. Agar anaknya dilatih memanusiakan dan menemukan dirinya sendiri secara utuh dan bermartabat kemanusiaan. Implikasi dari paham ini adalah bahwa setiap individu merupakan titipan Tuhan, anak manusia adalah unik dan seharusnya tidak boleh diperlakukan secara seragam. Sekolah hendaknya membantu siswa dalam proses menjadi dirinya sendiri, dalam berproses menjadi citra Tuhan (process of becoming oneself). Pada zaman ini pentinglah untuk mengubah kiblat pendidikan diri yang berorientasi pada sebagian diri manusia ke keseluruhan diri manusia seutuhnya. Supremasi pendidikan hendaknya pada kebutuhan diri manusia agar manusia semakin berbudaya dan berkembang secara utuh.
Daftar Bacaan:
1. Suwariyanto, Theodorus, MA., (1998), The Educational Philosophy of Ki Hajar Dewantara: Naturalistic and Humanistic Education in Analitical Comparison, (Thesis), Manila, De la Salle University.
2. Maryanto, A., (1999), Otonomi Pendidikan Salah Satu Bentuk Implementasi Desentralisasi Pemerintahan (makalah).
PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA DAN PENANGANAN PENGUNGSI (PBP) TAHUN 2007
PELATIHAN PBP TAHUN 2007
Tingkat SMA/MA Se-Kabupaten Kudus Tahun 2007
Tanggal 27 s.d 31 Juli 2007
“Kesepaduan antara ilmu, iman dan amal menjadi dasar ke arah melahirkan insan yang bertaqwa dan berketrampilan untuk menyumbang kepada kesejahteraan diri, masyarakat dan negara.”
SATMENWA 954 ‘YUDHAGAMA’ STAIN KUDUS
Jl. Conge Ngembalrejo Po. Box. 51 Telp. (0291) 432677 ext. 107 Bae Kudus 59322, e-mail :: menwa_954@yahoo.com,
web : http ://menwa954ku.wordpress.com
PENDAHULUAN
1. Umum
Perkembangan pemanfaatan ruang pada satuan-satuan wilayah sungai di Indonesia telah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan seiring dengan meluasnya bencana yang terjadi,khususnya banjir dan longsor ,dengan sendirinya mengancam keberlanjutan pembangunan nasional jangka panjang. Berbagai fenomena bencana – khususnya banjir dan longsor – yang terjadi secara merata di berbagai wilayah di Indonesia pada awal tahun 2002 dan 2007 ini, pada dasarnya, merupakan indikasi yang kuat terjadinya ketidakselarasan dalam pemanfaatan ruang, yakni:antara manusia dengan kepentingan ekonominya dan alam dengan kelestarian lingkungannya.
Masyarakat kurang sadar akan arti pentingnya pelestarian alam sekitar sehingga akan menimbulkan kerugian terhadap dirinya sendiri maupun bangsa dan negara. Bencana alam terjadi dimana-mana dan kapan saja yang tidak dapat kita prediksikan. Hal itu mengakibatkan rusaknya lingkungan serta dapat merugikan berbagai pihak, baik masyarakat sekitar maupun pemerintah.
Mengacu dari permasalahan tersebut di atas Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 954 “YUDHAGAMA” STAIN Kudus memandang perlu adanya peningkatan SDM dalam masyarakat di bidang alam dan sosial, yaitu dengan ,menyelenggarakan Pelatihan PBP Dasar Tingkat SMA/MA Se-Kabupaten Kudus. Guna melatih, membekali generasi-generasi muda tentang teori-teori sosial kemasyarakatan, penanggulangan bencana dan pengungsi (PBP) dan menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan oleh alam, sehingga tumbuh sikap kreatif, inovatif, terdidik, dan mempunyai rasa tanggungjawab moral untuk ikut mengambil bagian berperan aktif dalam menjaga lingkungannya demi masa depan bangsa dan negara.
2. Target Yang Ingin Dicapai
a. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan peserta pelatihan dalam hal menghadapi dan menangani masalah penanggulangan bencana dan pengungsi di lingkungan sekolah masing-masing dan masyarakat pada umumnya.
b. Menumbuhkan perhatian, rasa kebersamaan dan persaudaraan diantara kalangan pendidikan, khususnya diantara siswa-siswa SMA/MA Se-Kabupaten Kudus.
c. Menumbuhkan, meningkatkan, dan menyadarkan akan arti pentingnya menjaga dan melestarikan alam di lingkungan masing-masing.
d. Meningkatkan profesionalisme kerja staf dan anggota dalam mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam dunia sebenarnya.
DASAR
a. Keputusan Bersama tiga Menteri tanggal 11 Oktober 2000 tentang pembinaan dan pemberdayaan Resimen Mahasiswa Indonesia dalam Bela Negara :
1) Menteri Pertahanan No. KB/14/X/2000
2) Menteri Pendidikan Nasional No. 6/U/KB/2000
3) Menteri Dalam Negeri dan Otonomi daerah No. 39 tahun 2000
b. Program kerja Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 954 “YUDHAGAMA” STAIN Kudus Ta. 2007.
c. Koordinasi staf dan anggota Resimen Mahasiswa Mahadipa satuan 954 “YUDHAGAMA” STAIN Kudus tanggal 22 Mei 2007 tentang persiapan Pelatihan PBP Dasar tingkat SMA/MA Se-Kabupaten Kudus tahun 2007.
d. Hasil koordinasi Ka. Diknas Kab. Kudus, Ka. Kant.Depag, Dan SATMENWA 954 “YUDHAGAMA” STAIN Kudus yang difasilitasi Ka. Kesbang Linmas Kab. Kudus .
PELAKSANAAN
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu kegiatan pelatihan ini dilaksankan pada tanggal 27 s.d 31 Juli 2007, bertempat di Kampus STAIN Kudus dan sekitarnya.
2. Materi dan Pemateri
Adapun materi sebagai berikut :
1. Emergency penanggulangan bencana dan pengungsi (PBP).
2. Pengorganisasian PBP
3. Pengenalan Perlengkapan PBP
4. Manajemen PBP
5. SAR Air
6. Pengertian kebakaran dan penanggulangannya
7. Pertolongan pertama
8. Pioneer
9. PPBN
10. Pola pengembangan dan Pembinaan Siswa
Adapun pemateri sebagai berikut :
1. Kodim 0722 Makutarama Kudus
2. POLRES Kudus
3. Kesbang Linmas Kudus
4. Departemen Agama Kudus
5. Satuan Pemadam Kebakaran PT. Djarum Kudus
6. Dosen STAIN Kudus
7. PMI Kudus
3. Fasilitas
Peserta Pelatihan PBP Dasar akan mendapatkan fasilitas untuk menunjang dalam pelaksanaan kegiatan antara lain :
|
Penginapan Konsumsi Sertifikat Block note |
Kaos Buku Pedoman Id Card Sof Drink |
4. Persyaratan Peserta
1. Peserta adalah siswa SMA/MA atau sederajat.
2. Surat tugas dari sekolah
3. menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter
4. Mengisi formulir pendaftaran
5. Pas foto 3 x 4 sebanyak 4 lbr
6. Membayar administrasi
5. Perlengkapan
a. Perlengkapan pelatihan :
Seragam OSIS dan olah raga (training & sepatu olah raga)
Membawa tali pramuka 1 buah
b. Perlengkapan pribadi :
Perlengkapan mandi
Perlengkapan sholat
Obat-obatan pribadi
6. Pendaftaran Peserta
Tanggal : 01 Juli s.d 25 Juli 2007
Waktu : 08.00 s.d 15.00 wib
Tempat : Mako SATMENWA 954 “YUDHA
GAMA” STAIN Kudus
Jl. Conge Negmbalrejo Po.Box. 51 É (0291)
432677 Ext. 107 Bae Kudus 59322 e-mail :
menwa_954@yahoo.Com,web:http://menwa954ku.
wordpress.com
Contact person PBP Dasar 2007
Komandan SATMENWA 954 : 08562761256
Wadan SATMENWA 954 : 085290030598
Sekretaris Satgas : 085226081209
7. Check In Peserta
Peserta sudah hadir di Markas SATMENWA 954 “YUDHAGAMA” STAIN Kudus pada :
Hari/Tgl : Rabu, 26 Juli 2007
Waktu : 09.00 s.d 15.00 wib
PENUTUP
Demikian proposal yang kami buat untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.Apabila dalam penyusunan proposal ini ada kesalahan, akan di tinjau kembali.
|
DAN SAT GAS PBP DASAR TINGKAT SMA/MA
M. NUR SALAMNBP : 06860929950 |
SEKRETARIS
M A ‘ R U FNBP : 05850928044 |
|
Mengetahui, |
|
|
KOMANDAN SAT. 954 “YUDHAGAMA” STAIN KUDUS
AGUS AKHMADNBP : 05840928042 |
|
HOME
WELCOME TO
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA
SATUAN 954 “YUDHAGAMA”
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA
“Menyempurnakan kewajiban ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan”
Makosat : Jl. Conge Ngemblarejo Po. Box. 51 Telp. (0291) 432677 Bae Kudus 59322 e-mail : menwa_954@yahoo.com, http://menwa954ku.wordpress.com
STRUKTUR ORGANISASI PERIODE 2007
Tidak diragukan lagi keberadaan Resimen Mahasiswa akan berdampak baik untuk kemajuan bangsa dan negara, karena sesuai dengan semboyannya “WIDYA CASTRENA DHRAMA“.
STRUKTUR ORGANISASI
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA
SATUAN 954 “YUDHAGAMA
S T A I N K U D U S PERIODE 2007
|
Kamatrik |
: |
Dr. H. Masyharuddin, M.Ag |
|
Wakamatrik |
: |
Drs. H. yasin, M.Ag |
|
Komandan |
: |
Agus Akhmad |
|
Wadan |
: |
M. Suliyono |
|
Danpokma |
: |
Arif Muhammad Hidayat |
|
Danpokpas |
: |
M. Nur Salam |
|
Pokko |
: |
Purwaningsih |
|
Sekretaris |
: |
Ma’ruf |
|
Provost |
: |
Nur Sa’di, Arif Hari Riyadi, Faiz, Abd. Chamid |
|
Ka. Ur. Diklat |
: |
Abu Said |
|
KSU. Diklat |
: |
Machmud |
|
KSU. PAM |
: |
M. Sunanto |
|
Ka. Ur. MINLOG |
: |
Rohmat Sholeh |
|
Logistik |
: |
Umi Dyah Sari |
|
Bendahara |
: |
Hari Purnomo |
|
Ka. Ur. Khusus |
: |
Syafi’I |
|
KSU. Keputrian |
: |
Siti Nursiwi |
|
Anggota Senior |
: |
Yudhi Nahrowi, Miftah, Syaiful Hadi, Kadarwati |
|
Anggota |
: |
Siti Ulya Sofiana, Widyaningrum, Siti Syairoh, Cipto, M. Triyanto, Agus, Misbah |
PROGRAM KERJA TA. 2007
Resimen Mahasiswa tak akan terlepas yang namanya kedisiplinan karitu adalah pedoman kehidupan. Dan di Menwa banyak menyelenggarakan kegiatan yang berbau kedisiplinan diantaranya.
Kegiatan SATMENWA 954 “YUDHAGAMA” STAIN KUDUS
|
Kegiatan Tahunan e. Raid Berret f. HUT SATMENWA 954 g. PBP SMA/MA Se-Kabupaten Kudus h. SUSPELAT i. Dikprov, dll
|
2. Kegiatan-kegiatan Insidental
b. Pembinaan Satuan dan Personil c. Pengabdian Masyarakat |
KUMPULAN PUISI DAN CERPEN
PUISI
Bulan Tak Lagi Redup
Saatku langkahkan kakiku melangkah
Tapak demi tapak demi detak
Lelah yang kini kurasakan
Capek Menyelimuti jiwa bathinku
Apakah daya yang ……tak kuasa
Semua telah berlalu begitu cepat
Hingga saatnya kita harus berpisah oleh ruang dan waktu
Kini………
Bulan tak lagi redup
Karena ditemani dua sejoli yang saling memadu kasih
Antara kita yang tertindas dan di tindas
Kalau boleh bertanya kita diposisi mana
Dari hati yang paling dalam, ingin kuungkapkan sesuatu
Maafkan…….maafkan aku adikku
Semua yang kuberikan belum seberapa
Mungkin akan mengecewakanmu
Aku tak berdaya adikku
Marilah kita buat bulan hidup lagi
Berjuanglah tuk masa depanmu
By. Didik Kusnanto
(Alumni Satmenwa 954)







